Senin, 28 November 2011

PENGARUH ESTROGEN DAN PROGESTERON TERHADAP LIPID DAN LIPOPROTEIN

Pada masa paska menopause FSH meningkat dibandingkan masa reproduksi, demikian juga kadar LH. Ovarium menghasilkan sedikit estrogen, estrogen yang beredar adalah estron. Penurunan dari fungsi ovarium menjadi dasar penyebab terjadinya penyakit aterosklerotik. Lemak (kolesterol, trigliserida dan pospolipid) tidak larut dalam air, karena itu diedarkan dalam darah melalui protein yang larut dalam air sebagai lipoprotein. 4 jenis lipid yang utama dalam tubuh manusia adalah : kilomikron, VLDL, LDL, dan HDL. Suatu peningkatan LDL yang disertai dengan penurunan HDL dianggap akan menjadi aterogenik. Efek perlindungan estrogen terhadap penyakit jantung karena efek farmakologik estrogen pada Hipoprotein. Salah satu kerja estrogen dengan atau tanpa progesteron ialah mencegah kecenderungan meningkatnya lemak tubuh.

Estrogen merupakan hormon yang bertanggung jawab terhadap peningkatan konsentrasi HDL, penurunan LDL dan Lipoprotein (a), Peran estrogen dalam meningkatkan HDL dan menurunkan LDL hampir mencapai 15 %. Estrogen akan menurunkan kadar LDL dan lipoprotein (a) dengan cara meningkatkan regulasi, katabolisme LDL dan Lipoprotein (a), ini arena peningkatan clerance LDL dan Lipoprotein (a) dari plasma. Fungsi estrogen yang lain adalah memperbaiki fungsi vaskuler dimana vasodilatasi yang terjadi memberikan kesempatan perbaikan pada endothelium yang rusak. Progesteron mempunyai efek penurunan 44% dari agregasi platelet setelah pemberian kombinasi disamping peninggian kadar lemak.

METABOLISME LEMAK

1. Klasifikasi Lemak menurut Bloor IV

a. Lemak Sederhana

Ester asam lemak dengan berbagai variasi alkohol.

b. Lemak Campuran

Ester asam lemak yang ditambah dengan alkohol dan asam lemak.

1) Phospholipid, lemak yang ditambah asam lemak dan alkohol, residu asam fosfor.

2) Glikolipid, gabungan asam lemak dengan karbohidrat, mengandung nitrogen tapi tidak ada asam fosfor residu.

3) Compound lipid yang lain. Sulfolipid dan Aminolipid. Lipoprotein dapat juga dimasukkan dalam kategori ini.

2. Derivat Lemak

Zat‑zat turunan dari golongan yang tersebut diatas yang di hidrolisis, ini termasuk asam lemak jenuh dan tidak jenuh, gliserol, steroid, lemak aldehid, dan badan keton. Karena mereka tidak dapat dipengaruhi, maka gliserida (asetil gliserol), kolesterol dan kolesteril ester disebut sebagai lemak bebas.

3. Lemak Yang Penting Untuk Kehidupan

- Trigliserida (lemak netral)

- Fosfolipid dan senyawa sejenisnya

- Sterol sterol

Trigliserida dibentuk dari 3 asam lemak yang berikatan dengan gliserol, asam lemak dapat berupa asam lemak jenuh (tanpa ikatan ganda), asam lemak tidak jenuh (dengan ikatan ganda). Fosfolipid merupakan bahan dasar untuk set terutama untuk syaraf. Sterol meliputi bermacam-macam hormon steroid dan kolesterol.

Trigliserida mempunyai hubungan dengan transportasi dan metabolisme lipoprotein. Trigliserida banyak terdapat dalam partikel kilomikron, sisa kilomikron, VLDL, Sisa VLDL (IDL = Intermediated Density Lipoprotein)

Pada keadaan hipertrigliseridemia terjadi peningkatan VLDL, dan peningkatan transfer kolestrol ester dari HDL ke IDL sebanyak 3 kali lipat. Peningkatan ini akan meningkatkan terbentuknya small dense LDL dan penurunan HDL. Ketika HDL menurun, angka clearance IDL juga menurun. Kilomikron dan IDL mempunyai efek aterogenik dan citotoksik, namun yang lebih aterogenik adalah small dense LDL.

4. Lemak Plasma

Sebagian besar lemak plasma tidak dalam keadaan bebas, asam lemak bebas berikatan dengan albumin. Kolesterol, fosfolipid dan trigeliserida dibawa dalam bentuk kompleks lipoprotein. Lipoprotein dibedakan dengan jumlah dan ukuran lemaknya. Kecepatan pengendapan lipoprotein ini berbanding terbalik dengan kadar lemaknya.

5. Lemak Lemak Sel 23

Terdapat 2 macam lemak dalam set, pertama lemak struktural yang berada pada membran dan bagian lain dari sel, kedua lemak netral yang berupa sel sel lemak dalam depot lemak. Dalam depot ini glukosa di metabolisme menjadi asam lemak dan lemak netral disintesa disini.

6. Metabolisme Asam Lemak Bebas

Asam‑asam lemak disintesa dari glukosa, dalam hati dan jaringan adipose yang disimpan dalam depot. Semua jaringan dapat mengoksidasi asam lemak bebas menjadi CO2 dan H2O. Trigliserida yang di simpan dalam bentuk butir‑butir lemak dari sel lemak akan mengalami hidrolisis den asam lemak bebas akan dilepas ke dalam darah, didalam darah mereka akan berikatan dengan albumin.

Terdapat 2 lipase yang berperan dalam metabolisme lemak yaitu : Lipoprotein lipase terletak dalam endotel kapiler yang berfungsi untuk memecahkan trigliserida dalam darah menjadi asam lemak dan gliserol yang disusun kembali menjadi lemak baru dalam sel, Hormon sensitif lipase intra sel yang terdapat dalam jaringan adipose mengkatalisis cadangan trigliserida menjadi gliserol den asam lemak. Hormon sensitif lipase di aktifkan oleh : katekolamin, norepineprin dan epineprin melalui reseptor beta adrenergik, hormon pertumbuhan, glukokortikoid dan hormon tiroid. Adenilate siklase yang berperan dalam aktifasi lipase ini diaktifkan oleh glukagon, ACTH, TSH, LH, serotonin dan vasopressin.

Dengan melihat pengaruh hormonal tersebut maka tidak mengherankan aktifitas hormon sensitif lipase akan meningkat dengan dengan berpuasa, stress dan menurun dengan makan dan insulin. Sebaliknya aktifitas lipoprotein lipase akan meningkat pada waktu makan dan menurun pada waktu puasa dan stress.

7. Metabolisme Kolesterol

Adalah merupakan prazat dari hormon steroid dan asam empedu. Kolesterol diserap di usus, menjadi satu dengan kilomikron, setelah kilomikron melepaskan trigliserida di jaringan adipose, sisa kilomikron akan membawa kolesterol ke hati. Hati juga membentuk kolesterol dan sebagian kolesterol hati diekskresikan dalam empedu baik dalam bentuk bebas, maupun sebagai asam empedu. Sisa kolesterol akan akan menjadi satu dengan VLDL. Kolesterol mempunyai umpan balik untuk menghambat pembentukannya sendiri.

Sintesa kolesterol sebagian besar disintesa di hati. VLDL yang mengandung kolesterol yang dibentuk dalam hati dimetabolisme menjadi IDL dan LDL. Molekul LDL pada membran sel akan terurai menjadi kolesterol dan ester, yang terdapat pada inti LDL. Kolesterol bebas diambil oleh HDL dan kemudian dalam plasma kolesterol tersebut akan diubah menjadi ester kolesterol dan bergerak ke inti HDL. Kolesterol juga menghambat sintese reseptor LDL dan biosintesa kolesterol baru. Efek ini yang memberikan dasar umpan balik untuk mempertahankan kolesterol intra sel pada tingkat yang konstan.

8. Faktor yang Mempengaruhi Kolesterol Plasma

Kadar kolesterol dalam darah diturunkan oleh hormon tiroid dan estrogen. Akan meningkat bila aliran empedu tersumbat dan diabetes melitus yang tidak diobati. Diit yang banyak mengandung lemak netral akan meningkatkan kolesterol plasma, memperpendek masa pembekuan dan menurunkan aktifitas fibrinolitik. Bila lemak dalam makanan diganti dengan lemak tidak jenuh, kolesterol darah akan menurun dan pengaruhnya terhadap pembekuan darah adalah sebaliknya. Jadi dengan menurunkan masukan kolesterol akan menurunkan kolesterol plasma pada manusia



Refrensi



Frank MS, McPerson R, Brian W, Effect of post menopausal estrogen replacement on plasma Lp(a) Lipoprotein Concentrations, Arch Intern Med, 1994, 154‑,1106‑10.

Elaine NM, 1991, Lp(a) Concentration among pre and post menopausal women over time: the healthy women ‑study, Circulation (suppl II) 84(4)‑,2170. Connors E B, 1994, Novo Nordisk fifth International Symposium in Copenhagen, Highlights ; 1.

Nafziger A N, 1995, Reducing Trigliserides in IHD clinical relevance, Medical Profress, 22(6); 16.

Williams F Ganong, 1983, Fisiologi kedokteran, EGC, Jakarta.

Wijaya A, 1995, Lipoprotein (a), faktor resiko penyakit jantung koroner dan stroke, Forum diagnostikum, no: 1 : 1 ‑ 7.